“Sistem Pertanian Modern” Pengertian, Kelebihan, dan Kekurangan [Lengkap]

Posted on

Sistem Pertanian Modern

“Sistem Pertanian Modern” Pengertian, Kelebihan, dan Kekurangan

IndonesiaStudent.ComSistem pertanian modern adalah salah satu sistem dalam pertanian yang ada dan dikenal di Indonesia, meskipun demikian demi pembahasan yang lengkapnya pada ulasan kali ini akan memberikan pembahasan “Sistem Pertanian Modern”.

Pengertian Sistem Pertanian Modern


Sedangkan sistem pertanian modern adalah sistem pertanian yang menggunakan alat-alat canggih dan dalam skala yang besar. Dalam perkembangannya, kedua sistem pertanian ini memiliki banyak kelemahan dan justru memberikan dampak negatif, baik itu dalam aspek ekonomi maupun dalam aspek lingkungan.

Kelebihan Sistem Pertanian Modern


Sistem pertanian modern ini pada dasarnya memiliki kelebihan, alasannya karena selalu diawali oleh program revolusi hijau yang mengusahakan pemuliaan tanaman untuk mendapatkan varietas baru yang melampaui daerah adaptasi dari varietas yang ada. Varietas tanaman yang dihasilkan merupakan varietas yang respontif terhadap pengairan, pemupukan, adaptasi geografis yang luas, dan resisten terhadap hama dan penyakit, sehingga yang dihasilkan adalah tanaman-tanaman yang berkualitas dan tahan terhadap penyakit.

Revolusi hijau yang lebih menekankan terhadap pengembangan tanaman serealis seperti jagung, padi, dan gandum pada akhirnya merubah keadaan pertanian di Indonesia, perubahan tersebut dapat dilihat dari bergesernya budidaya tanaman dari praktik budidaya secara tradisional menjadi praktek budidaya tanaman secara modern yang menggunakan alat-alat canggih dalam proses penggarapannya.

Di satu sisi, revolusi hijau diakui bermanfaat bagi kehidupan manusia namun di sisi lain terungkap bahwa sistem pertanian modern telah membawa konsekuensi-konsekuensi negatif terhadap lingkungan. Penggunaan pupuk buatan, pestisida serta praktik-praktik pertanian modern lainnya yang dilakukan tidak bijak ternyata memiliki andil besar terhadap kerusakan lingkungan.

Baca Juga: 10+ Pengertian Modernisasi Menurut Para Ahli dan Bentuknya

Kekuarangan Sistem Pertanian Modern


Kerusakan yang terjadi dalam sistem pertanian modern antara lain dapat menyebabkan keracunan, penyakit, kematian pada tanaman, hewan dan manusia. Hai ini juga yang menjadi penyebab kerusakan pada tanah dan berkurangnya persediaan sumber daya alam (energi).  Pada dasarnya sistem pertanian modern adalah sistem pertanian yang dicirikan dengan tingginya pemakaian input dan intensifnya penggunaan lahan, hal inilah yang pada akhirnya menjadi pemicu munculnya permasalahan baru di dunia pertanian Indonesia.

Hal itu dikarenakan dalam penanaman varietas unggul maka tanaman menjadi sangat responsif terhadap pemupukan dan resisten terhadap penggunaan pestisida dan herbisida, sehingga penggunaan pestisida dan herbisida ini yang kemudian menyebabkan kerusakan dan pencemaran lingkungan, berkurangnya keanekaragaman hayati, terjadinya degradasi lahan, residu pestisida dan  resistensi hama penyakit, serta gangguan kesehatan manusia akibat penggunaan pestisida dan bahan-bahan kimia lain yang mencemari lingkungan.

Selain itu, berubahnya sistem pertanian ternyata diikuti oleh berubahnya kondisi lahan pertanian kita yang makin hari makin menjadi kritis sebagai dampak negatif dari penggunaan pupuk anorganik, pestisida, dan tindakan agronomi yang intensif dalam jangka panjang (Departemen Pertanian, 2000 Dalam Prasetyo Syagian, 2012 ). Sehingga pada akhirnya petani akan kekurangan lahan potensial untuk digarap dan tentunya ini akan menambah panjang daftar permasalahan pertanian di Indonesia.

Permasalahan  dan tantangan yang dihadapi dalam sistem pertanian modern ini menjadi semakin kompleks ketika aspek ketersediaan dan produksi pangan menjadi tidak seimbang,  apalagi produksi pangan disamping banyak dipengaruhi oleh perubahan cepat pada lingkungan global juga dipengaruhi oleh perubahan iklim, secara umum hal ini terjadi akibat adanya dua kecenderungan utama yaitu terus bertambahnya kebutuhan pangan seiring dengan laju pertumbuhan penduduk dan semakin menyempitnya lahan pertanian karena tekanan penduduk sehingga terjadi konversi lahan untuk berbagai kepentingan lain. Kondisi ini dipersulit pula oleh kenyataan bahwa minat sumber daya manusia (SDM) untuk menekuni bidang pertanian semakin berkurang akibat rendahnya pendapatan yang diperoleh dari usaha tani.

Demikianlah pembahasan mengenai “Sistem Pertanian Modern” Pengertian, Kelebihan, dan Kekurangan [Lengkap]. Semoga degan adanya adanya bahasan ini dapat memberikan wawasan dan juga pengetahuan bagi segenap pembaca yang sedang mendalami tentang “Sistem Pertanian Modern”. Trimakasih, jangan lupa baca juga tulisan lainnya;

  1. 8 Pengertian Kearifan Lokal Menurut Para Ahli, Contoh, dan Cirinya [Lengkap]
  2. 6 Pengertian Globalisasi, Dampak, Dan Pengaruhnya Lengkap
  3. 9 Pengertian Tanah dan Jenisnya Menurut Ahli Lengkap

 

“Sistem Pertanian Modern” Pengertian, Kelebihan, dan Kekurangan [Lengkap]
Rate this post