“Sistem Pertanian Tradisional” Pengertian, Kekurangan, dan Kelebihan [Lengkap]

Posted on

“Sistem Pertanian Tradisional” Pengertian, Kekurangan, dan Kelebihan

“Sistem Pertanian Tradisional” Pengertian, Kekurangan, dan Kelebihan

IndonesiaStudent.Com– Secara umum dalam disiplin ilmu pertanian dikenal dengan dua sistem, dua sistem pertanianini  yang dikenal dan digunakan di Indonesia, yakni sistem pertanian tradisional dan modern.

Pengertian Sistem Pertanian Tradisional


Sistem pertanian  tradisional adalah sistem pertanian yang masih bersifat ekstensif dan tidak memaksimalkan input yang ada. Salah satu dari contoh sistem pertanian tradisional yang kita kenal misalnya saja adalah sistem pertanian ladang berpindah.

Baca Juga: 5 Pengertian Pertanian Organik Menurut Para Ahli Lengkap

Pengertian Sistem Pertanian Tradisional Menurut Para Ahli


Pracaya (2007)

Menurut para ahli ini, sistem pertanian tradisional adalah suatu sistem yang paling familiar dikalangan masyarakat, hal ini lantaran sistem pertanian tradisonal murni tanpa menggunakan pestisida ataupun bat buatan. Akan tetapi ahli ini menambahkan bahwa sistem pertanian tradisonal sulit mendapatkan hasil yang maksimal.

Dari pengertian tersebuta dapat dikatakan bahwasanya secara kasat mata sistem pertanian tradisional adalah salah satu sistem pertanian yang sangat bersahabat dengan alam, arif, dan mendukung keberlangsungan ekosistem, hal ini dikarenakan dalam sistem pertanian ini petani tidak menggunakan pestisida dan bahan-bahan kimia lainnya hanya saja kebanyakan sistem pertanian tradisional di Indonesia adalah sistem pertanian ladang berpindah.

Kekurangan Sistem Pertanian Tradisional


Sistem Pertanian Tradisional ini sebenarnya sudah tidak sesuai lagi dengan kondisi dan kebutuhan lahan yang semakin meningkat  akibat peningkatan pertumbuhan penduduk di Indonesia setiap tahunnya. Misalnya saja dalam sistem pertanian ladang berpindah sebenarnya memiliki karakter khusus, yaitu menggarap lahan pertanian secara berpindah-pindah di lahan hutan.

Para peladang, menebang hutan untuk ditanami tanaman padi dan tanaman lainnya secara singkat 1-2 tahun, lalu lahan itu diistirahatkan atau diberakan dengan waktu cukup panjang, mulai 3 tahun sampai puluhan tahun. Sehingga sistem pertanian ladang berpindah ini sangat berpotensi mengakibatkan berkurangnya luas areal hutan di Indonesia, yang pada akhirnya akan menimbulkan kekuarangan atau permasalahan-permasalahan lainnya baik dalam aspek ekonomi maupun lingkungan seperti bencana banjir dan tanah longsor akibat hilangnya daerah resapan air.

Berbagai problematika dari sistem pertanian tradisional ini semakin menjadi kompleks dengan pertumbuhan penduduk Indonesia yang sekarang meningkat 1,49% setiap tahunnya, tentunya akan mengakibatkan kebutuhan lahan juga akan semakin meningkat.  Pada akhirnya penduduk akan terpaksa membuka hutan untuk dijadikan lahan pertanian dan pemukiman.

Selain itu pertanian tradisional juga bersifat tidak menentu, hal itu bisa dibuktikan dengan kenyataan bahwa kebanyakan petani yang menggunakan sistem pertanian ini seolah-olah hidup diatas tonggak, dikarenakan para petani yang lahan pertaniannya sempit dan penanaman hanya tergantung pada curah hujan yang tentunya tak dapat dipastikan, maka hasil pertaniannya rata-rata akan menjadi sangat rendah, dalam keadaan tahun-tahun buruk atau paceklik para petani gagal panel sehingga para petani dan keluarganya akan mengalami krisis ekonomi dan kelaparan.

Pada keadaan demikian maka konsentrasi para petani untuk meningkatkan penghasilan akan berkurang karena mereka akan lebih berkonsentrasi untuk mempertahankan kehidupan keluarganya, sehingga kesejahteraan hidup para petani akan sulit untuk dicapai.

Kelebihan Sistem Pertanian Tradisional


Adapun untuk kelebihan daripada sistem tradisional yang bisa dilakukan adalah sebagai berikut;

Menjaga Kesehatan Pendudukan

Menjaga kesehatan penduduk dengan sistem pertanian tradisional sangat berpengarush signifikan, hal ini lantaran sistem pertanian tradisional sangat jarang bahkan tidak memahami obat-obat kimia sehingga tanaman yang dihasilkan bebas dari unsur kimiaawi.

Membutuhkan Banyak Tenaga Kerja

Realisasi mengenai sistem pertanian tradisional ialah membutuhkan tenaga kerja, hal ini berkaitan dengan perawatan dan juga pengelolaannya yang membutuhkan waktu atau jangaka yang lama.

Demikianlah pembahasan mengenai “Sistem Pertanian Tradisional” Pengertian, Kekurangan, dan Kelebihan. Semoga dengan adanya bahasan ini dapat memberikan wawasan dan juga pengetahuan bagi segenap pembaca yang sedang mendalami “Sitem Pertanian Tradisional”. Trimakasih, baca juga artikel lainnya;

  1. 4 Pengertian Beras Menurut Para Ahli [Lengkap]
  2. Pengertian Kesenjangan Sosial Beserta Contohnya [Lengkap]
  3. “Sanggar Alang-Alang Surabaya” Profil, Gambaran Umum, dan Kegiatan [Lengkap]
  4. 14 Pengertian Musik Menurut Para Ahli [Lengkap]
“Sistem Pertanian Tradisional” Pengertian, Kekurangan, dan Kelebihan [Lengkap]
Rate this post